Pembangunan

Indeks Desa Paser Meningkat Tajam di 2025

Indeks Desa Paser Meningkat Tajam di 2025
Indeks Desa Paser Meningkat Tajam di 2025

TANA PASER- “Kalau sudah ada akses jembatan begini, dari desa berkembang menjadi desa apa? “tanya Bupati Paser dr.Fahmi Fadli kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Chandra Irwanadhi. “Mandiri,” jawab Kadis PMD  Chandra.

Perbincangan santai ini dilakukan saat Bupati Paser dr. Fahmi Fadli meninjau jembatan Sei Tiwau Februari lalu. Dalam perbincangan singkat sekitar 1 menit 25 detik ini, Kadis PMD Chandra Irwanadhi menjelaskan apa saja kriteria dari beberapa status desa di Paser berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM).

Saat itu, Status desa di Paser berdasarkan Indeks Desa Membangun yang dirilis oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), yaitu 17 Desa Mandiri, 76 Desa Maju, 46 Desa Berkembang, serta tidak ada lagi Desa Tertinggal atau Sangat Tertinggal.

Alhamdulillah angin segar kembali datang untuk seluruh masyarakat Kabupaten Paser. Berdasarkan Keputusan Menteri Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 343 Tahun 2025 tentang Status Kemajuan Dan Kemandirian Desa Tahun 2025, Kabupaten Paser semakin melesat pembangunannya, dengan rincian Indeks Desa (ID) yaitu 63 Desa Mandiri, 66 Desa Maju, dan 10 Berkembang. Data resmi tersebut ditetapkan pada tanggal 27 Agustus 2025 dan telah dirilis di laman website Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Ada perubahan dari tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan istilah IDM (Indeks Desa Membangun) ke ID (Indeks Desa). Perubahan ini sebagai transformasi dari alat ukur pembangunan desa yang memiliki tiga dimensi (sosial, ekonomi, dan ekologi) menjadi Indeks Desa yang berfokus pada kualitas tata kelola desa dengan indikator yang lebih sederhana. Perubahan ini juga menggeser fokus dari pengukuran tingkat perkembangan desa menjadi pengukuran kualitas tata kelola desa yang lebih komprehensif, dengan indikator yang lebih ringkas dan akurat.

Dari 17 menjadi 63 Desa Mandiri yang merupakan skor tertinggi serta dari 46 desa tersisa menjadi 10 Desa Berkembang menandakan bahwa kemajuan Kabupaten Paser memang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Infrastruktur jalan yang terus meningkat, pendidikan, kenaikan IPM selama lima tahun terakhir di Kabupaten Paser dimana tahun 2024 sebesar 75,13, kemiskinan yang terus menurun menjadi 8,63% dan Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 4,53%, listrik menyala 24 jam di seluruh desa, dan lain-lain.

Ini menjadi penyemangat Pemerintah Kabupaten Paser hingga ke Desa yang semakin kompak berada dalam 1 visi dan Misi Paser TUNTAS, Paser yang Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil dan Sejahtera. (Prokopim)

Berita Lainnya

Wabup Masitah Lepas Kontingen Pramuka Untuk Ikuti Jambore Nasional Tahun 2022 di Cibubur

Wabup Masitah Lepas Kontingen Pramuka Untuk Ikuti Jambore Nasional Tahun 2022 di Cibubur

Tana Paser - Wakil Bupati Paser yang juga sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Paser melepas 20 orang terdiri dari 16 peserta anggota pramuka dan 4 Pembina Pendamping untuk mengikuti Jambore Nasional yang di pusatkan di...
Baca ....
Selain Obyek Wisata, Wabup Masitah Harapkan Potensi Kuliner Dimunculkan

Selain Obyek Wisata, Wabup Masitah Harapkan Potensi Kuliner Dimunculkan

TANA PASER- Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf berharap potensi pariwisata di Kabupaten Paser dapat menjadi unggulan sesuai  salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Paser menuju Paser MAS atau Paser Maju Adil dan Sejahtera.“Dari 100 le...
Baca ....
Sekda  Lepas Atlit PORPROV II  KORPRI di Halaman Pendopo Bupati

Sekda Lepas Atlit PORPROV II KORPRI di Halaman Pendopo Bupati

Tana Paser – Sekda Katsul Wijaya melepas atlit PORPROV II KORPRI yang akan bertanding di Kukar, Pelepasan tersebut dilakukan di halaman pendopo pada rabu, (27/11/2022).  PORPROV II KORPRI dilaksanakan dari tanggal 24 November s/d 30 November 2022...
Baca ....
Jalan Dulu, Kemudian Sekolah

Jalan Dulu, Kemudian Sekolah

Tana Paser – Bupati Paser dr Fahmi Fadli menyebut peningkatan kualitas jalan dan pembangunan sekolah sama-sama prioritas yang bersifat urgen serta akan diselesaikan dengan segera sampai ke desa-desa. Keduanya merupakan pelayanan dasar dan didamabakan...
Baca ....