Keagamaan, Sosial dan Kebudayaan

Lestarikan Budaya Paser, Masrani Bawa Pot Bunga Motif Solong Tengkalang ke Kantor Bupati

Lestarikan Budaya Paser, Masrani  Bawa Pot Bunga Motif Solong Tengkalang ke Kantor Bupati
Lestarikan Budaya Paser, Masrani Bawa Pot Bunga Motif Solong Tengkalang ke Kantor Bupati
TANA PASER — Upaya melestarikan kearifan lokal dan budaya warisan leluhur Suku Paser terus mendapat perhatian. Salah satunya melalui karya seni dan kerajinan yang mengangkat motif serta simbol budaya Paser.
Hal tersebut ditunjukkan Masrani, S.Sos., yang merupakan ASN di bidang Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Penajam Paser Utara sekaligus pemilik Sentral Bunga dan Dekorasi Taman “Anggrek Hitam” serta penggiat lingkungan dan pecinta tanaman.(7/9/2026).

Masrani berkunjung ke Kabupaten Paser untuk bersilaturahmi dengan Bupati Paser dr. Fahmi Fadli. Dalam kunjungan tersebut, Masrani secara langsung mengantarkan dan menyerahkan pot bunga bermotif Solong Tengkalang untuk ditempatkan di Lobby Kantor Bupati Paser.
Kunjungan tersebut turut didampingi Musa, selaku Ketua Lembaga Adat Paser Kabupaten Penajam Paser Utara beserta anggota, serta Aji Sabri selaku Ketua Lembaga Adat Paser Kabupaten Paser bersama anggota.
Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kreativitas Masrani dalam mengangkat nilai-nilai budaya Paser melalui sebuah karya yang dapat hadir di ruang publik.

“Selamat datang di Kabupaten Paser Ketua Lembaga Adat Paser Kabupaten Penajam Paser Utara beserta anggota, Ketua Lembaga Adat Paser Kabupaten Paser serta Bapak Masrani,” tandas Bupati Fahmi.
Bupati juga menyampaikan terima kasih atas kedatangan Masrani sekaligus karya pot bunga bermotif Solong Tengkalang yang diberikan untuk Kantor Bupati Paser.
Menurutnya, kesibukan sebagai seorang ASN tidak menjadi penghalang untuk tetap produktif menghasilkan karya yang memiliki nilai budaya.
“Walaupun sibuk sebagai ASN, tetapi tetap produktif menghasilkan karya tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur adat Paser,” ungkapnya.

.Bupati Fahmi menilai penempatan pot bunga tersebut di area Lobby Kantor Bupati Paser bukan sekadar sebagai elemen penghias ruangan, tetapi juga dapat menjadi simbol persatuan, identitas dan keindahan daerah yang tetap menjunjung tinggi nilai adat dan budaya.
.Motif Solong Tengkalang sendiri terinspirasi dari keranjang punggung tradisional Suku Paser yang dahulu digunakan untuk membawa hasil bumi. Menurut Bupati, pengenalan motif tersebut di ruang publik menjadi salah satu cara untuk mengingatkan masyarakat modern terhadap keberadaan benda-benda tradisional yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Paser.

.Motif tersebut juga memiliki makna yang erat dengan hubungan masyarakat adat terhadap alam, yakni ketergantungan, penghormatan dan keharmonisan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
.Tidak hanya Solong Tengkalang, bagian alas pot juga menggunakan motif Lempinak Belo Bali. Motif ini terinspirasi dari sulur tumbuhan Lempinak yang melambangkan kesuburan, dipadukan dengan kata Belo Bali yang bermakna “tidak ada lawan” atau menggambarkan ketangguhan.
.Bupati Fahmi menambahkan, karya tersebut memiliki nilai yang tinggi, terlebih karena telah mendapat apresiasi langsung dari Bupati Penajam Paser Utara dan Sultan Paser.
Ia juga mengapresiasi langkah Masrani yang telah mendaftarkan karya inovatif tersebut kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Menurutnya, upaya tersebut penting untuk memberikan perlindungan hukum dan hak eksklusif terhadap karya sekaligus menjaga keaslian motif budaya Paser dari potensi klaim sepihak.
“Semoga Pak Masrani tidak berhenti berkarya dan terus menciptakan inovasi-inovasi baru dengan tetap mempertahankan nilai budaya Paser,” harapnya.

Bupati juga mendorong Lembaga Adat Paser Kabupaten Paser maupun Kabupaten Penajam Paser Utara untuk semakin aktif menggandeng para seniman, pengrajin dan pemerhati budaya lokal.
Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menciptakan karya yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas serta kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.
“Mari berkarya mengikuti zaman tanpa melupakan kearifan lokal leluhur,” pungkas  Bupati Fahmi.
Usai pertemuan, Bupati Paser bersama rombongan kemudian melihat langsung pot bunga bermotif Solong Tengkalang yang telah ditempatkan di Lobby Kantor Bupati Paser. Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang mengangkat identitas dan budaya Suku Paser tersebut.(Prokopim)

Berita Lainnya

Ajukan 2 Raperda, Wabup: Penyertaan Modal Berikan Timbal Balik Peningkatan Kesejahteraan Perekonomian Masyarakat

Ajukan 2 Raperda, Wabup: Penyertaan Modal Berikan Timbal Balik Peningkatan Kesejahteraan Perekonomian Masyarakat

TANA PASER- selain menyampaikan Nota Keuangan APBD Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2022, Pemerintah Kabupaten Paser juga menyampaikan dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada rapat paripurna DPRD, Senin (11/10/2021). Rapat yang dipimpin Ketu...
Baca ....
Akhirnya Akses Jalan Dari Desa Muara Paser ke Desa Harapan Baru Dibuka

Akhirnya Akses Jalan Dari Desa Muara Paser ke Desa Harapan Baru Dibuka

Tana Paser- Dalam upaya peningkatan infrastruktur di Kabupaten Paser, sampai dengan saat ini Pemkab Paser terus melakukan pembenahan salah satunya peningkatan jalan dari Desa Muara Paser ke Desa Harapan Baru atau yang sering disebut Desa Air Mati, Ke...
Baca ....
Bupati Berharap Hibah Tanah Dapat Bermanfaat

Bupati Berharap Hibah Tanah Dapat Bermanfaat

TANA PASER-Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli menyerahkan hibah berupa Surat Pemilikan Hak Atas Tanah (SPMHAT) kepada 3 penerima yaitu TNI Angkatan Laut, Parisade Hindu Kabupaten Paser dan Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Paser. Kegiatan te...
Baca ....
Paser International Table Tennis Championship 2026 Bergulir Meriah di GOR Sadurengas

Paser International Table Tennis Championship 2026 Bergulir Meriah di GOR Sadurengas

TANA PASER - Paser International Table Tennis Championship (PITTC) 2026, kejuaraan tenis meja bertaraf internasional pertama yang digelar Kabupaten Paser.Diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Paser bersama PB PTMSI dengan diikuti 161–165 atlet dari 32...
Baca ....