TANA PASER – Pemerintah Kabupaten Paser mengikuti agenda penting dalam rangka Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang dilakukan secara daring melalui zoom meeting bersama Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) di ruang Rapat Sadurengas. Rabu, (01/04/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paser yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Drs. Katsul Wijaya, M.Si., memaparkan capaian serta tantangan terkait dimensi penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah Kabupaten Paser.
Sekda Katsul menyampaikan bahwa kondisi TPT Kabupaten Paser saat ini berada di angka 4,62%, "meskipun angka ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,09% dibandingkan tahun 2024, nilai tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan periode tahun 2021 hingga 2023," ungkapnya.
Kenaikan pada tahun 2025 ini dipengaruhi oleh fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor pertambangan dan perkebunan akibat efisiensi perusahaan.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Paser memperkenalkan inovasi unggulan bertajuk "PASTI VOKASI, TUNTASKAN!!" (Paser Siap Tuntas melalui Inovasi Vokasi). Strategi ini merupakan bagian dari visi pembangunan Kabupaten Paser yang TUNTAS (Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera).
Beberapa poin utama dalam strategi ini meliputi, penyelenggaraan berbagai pelatihan seperti pengamanan (Security Garda Pratama), mekanik alat berat, hingga pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas, memberikan kemudahan perizinan NIB, bantuan modal melalui Kredit Paser Tuntas bunga 0%, serta hibah uang dan peralatan bagi pelaku usaha, dan pemanfaatan portal ketenagakerjaan Adhikara dan sistem informasi pasar kerja untuk memudahkan akses informasi lowongan kerja.
Dukungan pemerintah daerah juga tercermin dari alokasi anggaran yang signifikan. Pada Tahun Anggaran 2025, Pemkab Paser mengalokasikan Rp48,9 Miliar untuk 26 kegiatan di 8 perangkat daerah, dengan realisasi mencapai Rp43,9 Miliar (89,77%).
Untuk tahun 2026, komitmen dukungan anggaran direncanakan sebesar Rp33,4 Miliar. Dalam pertemuan tersebut, Sekda Katsul menambahkan informasi krusial bahwa Pemkab Paser tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pelatihan, "Seluruh program pelatihan selalu dimonitor secara ketat guna memastikan penyaluran tenaga kerja ke sektor-sektor produktif," terangnya.
Hal ini dilakukan agar setiap lulusan pelatihan memiliki jaminan akses ke dunia kerja, baik melalui pemagangan di perusahaan mitra seperti PT Petrosea Tbk dan Bank Kaltimtara, maupun penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.
Melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) dan dunia pendidikan, Pemerintah Kabupaten Paser optimis dapat terus menekan angka pengangguran dan meningkatkan produktivitas daerah demi kesejahteraan seluruh masyarakat Paser. (Prokopim)
Makasar - Dalam kunjungan Bupati Paser ke Aspura dan Aspuri Kabupaten Paser di Makasar Sulawesi Selatan hari ini (2/3) berbagai hal menjadi menarik dibicarakan terutama bagi para mahasiswa karena bisa bertemu dan berdialog dengan pemimpin daerahnya.D...
Tana Paser – Setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, malam takbiran akan kembali dilaksanakan di Tana Paser. Bupati Paser dr Fahmi Fadli ingin menghadirkan kembali suasana Islami melalui pawai di malam takbiran idul adha, yang melibat...
SENTUL – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.pada Senin (2/2/2026) Rakornas tersebut...