TANA PASER - Pemerintah Kabupaten Paser telah menetapkan pengentasan kemiskinan ekstrem sebagai salah satu prioritas utama pembangunan yang terintegrasi melalui 11 Program Prioritas Paser TUNTAS. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari , S.Sos, saat memberikan sambuatan pada kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sadurengas kantor Bupati Paser, Senin (26/1/2026).

Selain itu Wabup Ikhwan juga meminta kepada Kepala Perangkat Daerah untuk melakukan langkah langkah riil percepatan Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (OPKPKE),”kepada segenap kepala perangkat daerah, saya minta untuk segera melakukan langkah-langkah riil percepatan dalam berkolaborasi dalam pelaksanaan intervensi sesuai strategi Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (OPKPKE) yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan kantong kemiskinan,” terang Wabup.

Lebih lanjut Wabup Ikhwan meminta kepada Camat untuk mendampingi desa mendorong
penggunaan dana desa lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Khusus
kepada Camat saya minta untuk mendampingi desa dan mendorong penggunaan dana
desa lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Juga memastikan
desa agar aktif melakukan verifikasi dan validasi data sasaran”, ungkapnya. “Manfaatkan
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang merupakan amanat Instruksi
Presiden Nomor 4 tahun 2025 dalam program kegiatan penanganan kemiskinan.
Pemerintah daerah perlu melakukan upaya pemutakhiran data agar sasaran program
lebih efektif, efisien dan akuntabel,” lanjutnya.
Wabup Ikhwan juga menekankan penerima bantuan harus tepat sasaran, ”saya tidak mau lagi banyak masyarakat yang masuk kategori miskin hanya karena ingin mendapatkan bantuan. Seperti yang sering saya katakan kalau perlu ditempel spanduk di depan rumahnya sehingga masyarakat lebih sadar dan malu ketika orangnya kategori mampu, memiliki rumah besar dan kendaraan pribadi tetapi masih masuk kategori miskin hanya karena ingin menerima bantuan,”tandasnya.

Diakhir sambutannya Wabup mengucapkan terima kasih atas kontribusi semua pihak dalam upaya pengentasan kemiskinan,” Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kontribusi dan partisipasi semua pihak dalam penanggulangan kemiskinan di Paser. Mulai dari perangkat daerah, BPS, perangkat kecamatan, kelurahan dan desa, Baznas, Institusi Pendidikan, CSR dari perusahaan dan perbankan, PKK, PKH, TAPM dan seluruh pemangku kepentingan,”.pungkas Wabup.

Hadir pada Rakor tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir. Romif Erwinadi, M.Si, narasumber Tenaga profesional Pendamping Kemendagri dalam Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Bapak Edi Safrijal, S.Sos., M.I.Kom, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Paser Rusdian Noor S.E, M.Si beserta jajarannya, para Kepala Perangkat Daerah, para Kepala Bagian dan Camat, Kepala BPS Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetio, S.ST., S.E., M.Si dan tamu undangan lainnya. (Prokopim)