TANA
PASER – Meski ada kesan malu-malu akibat resesi, efisiensi dan deregulasi nasional
di tahun 2025 lalu, ekonomi Paser dipastikan tetap tumbuh di tahun 2026. Rasa
optimisme tetap dipegang teguh pengambil kebijakan, dalam hal ini Pemerintah
Kabupaten Paser, yang yakin dan percaya, pertumbuhan ekonomi tetap stabil.
Ini
didukung data dari badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser yang
membandingkan data dua tahun terakhir. Menurut Kepala BPS Bayu Agung Prasetyo,
kondisi ekonomi tahun 2026 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun
mengingat ekonomi relatif lebih stabil di tahun 2024 dari pada 2025, maka bisa
disimpulkan bahwa di tahun 2026 ini kita akan baik-baik saja, bahkan bisa lebih
baik.
Bayu
Agung melaporkan hal ini kepada Bupati Paser dr Fahmi Fadli saat bertemu di
ruang kerja Bupati di Lou Bepekat, Rabu (4/5/2026) dalam rangka menyampaikan
rencana Sensus Nasional pada Mei-Juli 2026. “Pertumbuhan ekonomi saat ini berada
di angka 3,61 persen,” jelas Bayu.
Bupati
Fahmi antusias menyimak informasi dari Bayu, dan menyebut bahwa ini merupakan
kabar gembira bagi Paser, yang disebutnya sangat aktif dalam menggali potensi
dan kearifan lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Salah satu yang paling
baru dan sudah berjalan hampir setahun ini, adalah sport tourism.
Kabar
gembira lain yang dibawa Bayu adalah pergeseran dari sektor ekstraktif ke
sekunder, yaitu ketergantungan Paser terhadap sektor tambang tetap menurun teratur
tiap tahun. Sebelumnya sekitar 61,00 persen, dan kini menjadi
54,89 persen. Di lain sisi, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan serta industri
pengolahan tumbuh signifikan.
Menurut
Bayu, substitusi sektor ekonomi di masyarakat juga banyak berpengaruh karena
saat ini lebih fokus secara merata pada kebutuhan primer, sekunder dan tersier.
Belanja online membawa angin segar bagi pelaku bisnis Rumah Tangga Konsumen
atau RTK, yang fokus pada kegiatan konsumsi barang dan jasa bagi kebutuhan
hidup, yang ditopang faktor produksi yang meliputi tenaga kerja, tempat dan
modal.
Dalam
kesempatan itu Bayu menyampaikan beberapa data dukung terbaru, di antaranya
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2024 adalah 75,13, naik menjadi 75,85 pada
2025. Begitu juga indeks Rasio Gini yang naik dari 0,271 menjadi 0,273.
Capaian
ini didukung turunnya tingkat kemiskinan dan stabilnya pengangguran terbuka.
Angka kemiskinan menurun dari 8,63 persen menjadi 8,13 persen. Sedangkan
pengangguran terbuka sebesar 4,62 persen, di bawah Kalimantan Timur 5,18
persen. (Prokopim)