Berita Kaltim

Paser Masuk Nominasi Paritrana Award 2024, Sekda Hadapi Tim Sembilan

Paser Masuk Nominasi Paritrana Award 2024, Sekda Hadapi Tim Sembilan
Paser Masuk Nominasi Paritrana Award 2024, Sekda Hadapi Tim Sembilan

Balikpapan – Dalam rangka Paritrana Award 2024 atau Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Kabupaten Paser masuk dalam nominasi pada award tersebut. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kaltim memanggil Pemkab Paser untuk wawancara (indeepth interview), jumat (19/1/2024) di Hotel Jatra Balikpapan. Selain Paser ada Bontang dan Kutai Kartanagara.

Bupati Paser diwakili Sekretaris Daerah Drs Katsul Wijaya, M.Si dihadapan sembilan juri memaparkan bahwa betapa Pemkab Paser melindungi masyarakatnya melalui Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Daerah beserta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja rentan dan non-ASN Kabupaten Paser. “Terkait regulasi, kami telah memiliki Peraturan Bupati Paser Nomor 4 Tahun 2022 Perihal Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Daerah beserta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja rentan dan non-ASN Kabupaten Paser. Peraturan Bupati ini dimaksudkan sebagai dasar hukum dan acuan bagi  Pemerintah Daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka optimalisasi  pelaksanaan  program jaminan ketenagakerjaan di  daerah  dan instrumen  penertiban  dalam  penerbitan  izin  usaha  dengan mempersyaratkan fotokopi  sertifikat kepesertaan  program jaminan  sosial ketenagakerjaan  dari BPJS Ketenagakerjaan dan bukti pembayaran iuran terakhir”, urai Katsul.

“Peraturan Bupati ini bertujuan untuk menjamin perwujudan perlindungan sosial  bagi  Pekerja  di  Daerah  melalui  peningkatan  kepesertaan  program jaminan  sosial  ketenagakerjaan”, ujarnya.

 

Secara umum peserta jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Paser meliputi Tenaga Kerja Formal dan non-ASN (Karyawan perusahaan, tenaga kerja honorer, pemerintah desa, sektor usaha konstruksi dll) dan Tenaga Kerja Informal dan pekerja rentan (petani, pekebun, nelayan, pedagang dan pekerja sektor mandiri lainnya).

Dalam pemaparan yang berlangsung 10 menit itu, Empong (red-sapaan akrab Katsul), mengungkapkan realisasi tenaga kerja yang telah dilindungi di Kabupaten Paser pada tahun 2023 sebesar 81.436 tenaga kerja. “Yaitu pekerja formal dan Non ASN sebesar 37.521 tenaga kerja dan pekerja informal dan rentan 43.915 tenaga kerja”, ungkap Sekda.

Ini artinya terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja di Kabupaten Paser yang terlindungi mengalami peningkatan yang signifikan yakni 23,59%.

Dimana periode awal tahun 2023 tenaga kerja yang dilindungi sebanyak 65.894 tenaga kerja, kemudian pada akhir tahun 2023 tenaga kerja yang dilindungi sebanyak 81.436.

“Masing-masing yaitu tenaga kerja formal dan non-ASN meningkat 10,19% sedangkan tenaga kerja informal dan pekerja rentan meningkat 37,92%”, ulas Katsul.

 

Selain itu, sesuai dengan amanah Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2021 Jo. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2022 tentang Pedoman Umum Penyusunan APBD Tahun 2023, Peraturan Bupati No 4 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di daerah Paser, Pemerintah Kabupaten Paser telah melindungi tenaga kerja Non-ASN dan Ekosistem Desa diantaranya Tenaga kerja Non-ASN Kabupaten Paser, Guru Honorer, Perangkat Kecamatan, Perangkat Desa/ Kelurahan, Perangkat RT & RW, Penyelenggara Pemilu.

Salah satu dari sembilan juri adalah Sekretaris Provinsi Kaltim yaitu Sri Wahyuni. Kepada Sekda Ia ingin memastikan bahwa program ini serius dilaksanakan Pemkab dengan dukungan anggaran dan regulasi yang siap. Menanggapi hal ini, Katsul pun menjabarkan lima komitmen Pemkab Paser.

“Pemerintah Kabupaten Paser berkomitmen memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh kepada masyarakat Kabupaten Paser. Ada lima inovasi yang kami laksanakan yaitu, pertama, meningkatkan jumlah peserta Perlindungan Pekerja Rentan dan Non-ASN Melalui APBD untuk tahun 2024 sebanyak 14.242 tenaga kerja. Total Perlindungan Pekerja Rentan dan Non-ASN Melalui APBD 2024. Yaitu Tenaga kerja 46.510 tenaga kerja (dari sebelumnya 32.268 tenaker) dan Anggaran Rp 9milyar lebih, yang sebelumnya Rp6milyar lebih”, tegasnya.



“Kedua, Membangun website Perlindungan Pekerja Rentan dan Non-ASN untuk mempermudah pelaporan dan informasi peserta yaitu https://paserdayataka.com/, ketiga, membentuk tim narahubung pada setiap perangkat daerah terkait, dan memanfaatkan keterlibatan desa khususnya RT untuk mengedukasi dan melaporkan masyarakat terkait perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan”, jelas Sekda.

Kemudian yang keempat yaitu mempersiapkan Peraturan Bupati terkait Dana Bagi Hasil sawit (DBH Sawit) untuk melindungi petani sawit. Untuk 2024 dianggarkan perlindungan untuk 500 petani sawit di Kabupaten Paser dan kelima, Pemkab Paser berkolaborasi bersama perusahaan, mendorong perusahan berkontribusi dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat sekitar dengan skema CSR.

Sesi wawancara kurang lebih 25 menit pun berakhir, ditutup foto bersama dan para tim melakukan rapat pleno penentuan pemenang. (Prokopim).




 

 

Berita Lainnya

Wakil Bupati Masitah  Menerima Tim BPK RI Terkait Audit BLT-DD

Wakil Bupati Masitah Menerima Tim BPK RI Terkait Audit BLT-DD

TANA PASER- Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf SH menerima Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Timur, Selasa, (6/09/2022) di ruang kerja Wabup.Agenda pertemuan yaitu dalam rangka pemeriksaan  Program Perlindungan Sosia...
Baca ....
Sekda Hadiri Festival Panen Raya Program PGP Angkatan 4

Sekda Hadiri Festival Panen Raya Program PGP Angkatan 4

TANA PASER- Bupati Paser diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Paser Katsul Wijaya  menghadiri acara Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 4 tahun 2022 Kabupaten Paser.Kegiatan tersebut diselenggarakan...
Baca ....
 Bupati Paser Sampaikan Pendapat Akhir Terhadap 4 Raperda Dalam Rapat Paripurna

Bupati Paser Sampaikan Pendapat Akhir Terhadap 4 Raperda Dalam Rapat Paripurna

Tana Paser – Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli sampaikan pendapat akhir pada  acara rapat paripurna dalam rangka persetujuan bersama antara Pemerintah Kabupaten Paser dengan DPRD Kabupaten Paser  terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Paser menjad...
Baca ....
Bupati Berharap Para Kades Bisa Kembangkan Desa Semaksimal Mungkin

Bupati Berharap Para Kades Bisa Kembangkan Desa Semaksimal Mungkin

MUARA KOMAM- Bupati Paser dr. Fahmi Fadli Bupati berharap para kepala desa bisa kembangkan desanya semaksimal mungkin. Menurutnya, setelah akses jalan dan jembatan semakin baik, setiap desa harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki demi meningk...
Baca ....