TANA PASER- Sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan GARKAS (Gerakan Kawal Subsidi Rakyat), Aliansi, GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) menyampaikan aspirasi terkait peredaran barang subsidi tepat sasaran, sepertibbm bersubsidi/pertalite, tabung gas 3kg dan pelayanan PDAM.

Diterima di ruang kerja Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Adi Maulana pada Senin (5/10/2026). Diskusi berlangsung hangat dan saling memaparkan hasil pantauan di lapangan serta mengungkapkan berbagai solusi terhadap permasalahan tersebut. Dari fenomena antrian bbm yang mengular, viral di media sosial mengisi bbm tangki 5 liter bayar 8 liter, tabung 3 kg dari luar daerah hingga pelayanan PDAM.
Dalam rapat, bulat satu persepsi bahwa barang bersubsidi tidak boleh diperjualbelikan dan harus tepat sasaran. Asisten Ekbang Adi Maulana didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Yusup, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Toto Ifrianto, Dinas Perhubungan diwakili M Idris, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Nur Alam, Perumda Firman Fikri dan dari Polres Paser. Mereka menjelaskan berbagai tindakan dan kegiatan yang telah dilakukan sesuai dengan tugas fungsinya masing-masing. “Kami telah berkali-kali turun ke lapangan untuk mengingatkan antrian agar menjaga ketertibandan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya”, ujar Idris. “Ada 39 pertashop yang memiliki izin, sedangkan diluar itu kami tidak menerbitkan perizinannya karena regulasi yang tidak memungkinkan”, terang Toto.

Setelah berbagai diskusi, Asisten Ekbang menyampaikan 3 hal yang disepakati dirapat tersebut. “Ada tiga hal yang tadi disepakati yaitu membuat surat edaran terkait peredaran barang bersubsidi agar tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Paser menunda permintaan penambahan kuota bbm bersubsidi sampai peredaran berjalan dengan baik dan ketiga meminta memberdayakan Koperasi Desa Merah Putih untuk menjadi mata rantai distribusi barang bersubsidi”,pungkasnya.(Prokopim)